Jangan Memasak Kembali Air Yang Sudah Matang, Ternyata Dapat Merubahnya Menjadi Racun
https://lubang-info.blogspot.com/2015/12/jangan-memasak-kembali-air-yang-sudah.html
Memasak
air yang belum sama sekali dimasak alias masih mentah, memang dapat
membunuh kuman-kuman yang berdiam diri dalam air, sehingga air tersebut
aman untuk dikonsumsi. Terkadang juga kita sering memasaknya kembali
untuk keperluan lainnya seperti membuat kopi atau teh. Tahukah kalian,
kalau memasak ulang air yang sudah matang dapat merubahnya menjadi
racun. Dan bagi yang mengkonsumsinya, akan berdampak buruk pada
kesehatan tubuh.
Karena
dengan membiarkan air yang sudah mendidih terlalu lama atau memasak
ulang air yang sudah matang tersebut, berarti anda sebenarnya telah
mengonsentrasikan bahan-bahan kimia berbahaya dan bukan malah
menyingkirkannya.
Bahan-bahan
kimia tersebut diantaranya arsenic, nitrat, dan fluoride. Bahkan
mineral yang sebenarnya menyehatkan bagi kita dapat berubah menjadi
racun berbahaya ketika terkonsentrasi. Seperti garam kalsium yang dapat
menyebabkan batu ginjal dan batu empedu jika dikonsumsi secara
berlebihan.
Lantas apa bahayanya Arsenik, Nitrat dan Fluoride bagi kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini.
Arsenik
Paparan
Arsenik dapat menyebabkan keracunan yang dapat melemahkan fisik secara
perlahan selama beberapa tahun, tergantung dari dosis arsenic yang sudah
masuk dalam tubuh. Dampak keracunan arsenic meliputi gangguan
pencernaan, neuropati perifer, gangguan kulit, diabetes, gangguan
ginjal, penyakit jantung dan bahkan kanker.
Nitrat
Nitrat
dapat ditemukan secara alami di seluruh bumi, tanah, air dan di udara.
Akan tetapi, bahan kimia ini bisa berubah menjadi racun berbahaya bila
digunakan sebagai bahan pengawet makanan seperti di toko daging, atau
saat terkena panas yang sangat tinggi seperti air mendidih. Ketika
Nitrat terkena suhu tinggi, mereka dikonversi menjadi nitrosamine,
senyawa yang bersifat karsigonetik. Nitrat sering dikaitkan sebagai
penyebab berbagai macam penyakit seperti leukemia, limfoma non-Hodkin,
kanker usus, kandung kemih, kanker ovarium, kanker perut, pancreas dan
kanker tenggorokan.
Fluoride
Banyak
penelitian telah dilakukan mengenai kontroversi bahaya fluoride dan
keberadaanya pada air minum. Faktanya adalah, memang itu ada dan bisa
menjadi ancaman serius bagi kesehatan kita. Universitas Harvard
mengambil data lebih dari 27 penelitian yang dilakukan selama 22 tahun
terkait dampak paparan fluoride terhadap fungsi neurologis dan kognitif
pada anak-anak. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Ilmu Kesehatan
Lingkungan, menyimpulkan bahwa kandungan fluoride yang ditemukan dalam
air minum mengakibatkan IQ rendah dikalangan anak-anak.